Selasa, 19 September 2017

Perbaikan Keadaan Umat Urgensi dan Cara Mewujudkannya



PERBAIKAN KEADAAN UMAT URGENSI DAN CARA MEWUJUDKANNYA

Oleh
Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafizhahullah hafidzahullah
[ Al-Bayân li Akhthâ’I Ba’dhil Kuttâb, 3/139-141 ]

Sesungguhnya perbaikan keadaan umat merupakan tujuan agung yang diinginkan dan dicari setiap orang, akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah dengan apa perbaikan itu direalisasikan?

Ada banyak sistem yang telah ditempuh dan hasilnya pun berbeda-beda. Banyak orang berasumsi bahwa faktor yang bisa mewujudkan perbaikan di tengah masyarakat itu adalah dengan memberikan apa yang mereka kehendaki di dunia ini. Mereka menyebutnya sistem demokrasi. Artinya, masyarakat dibiarkan dan diberi kebebasan untuk mengatur diri mereka sesuai dengan keinginan mereka sendiri.  Di tengah masyarakat seperti ini, syariat Allâh Azza wa Jalla tidak dijadikan sebagai sumber hukum, padahal Allâh Azza wa Jalla yang telah menciptakan mereka dan maha mengetahui segala yang bisa mendatangkan kebaikan bagi mereka. Masing-masing berjalan sesuai dengan keinginan dan kecenderungan mereka.

Realitanya, ini tidak akan bisa mewujudkan perbaikan. Sebab, keinginan-keinginan dan hobi-hobi masing-masing individu itu beragam dan berbeda-berbeda, sehingga akibat dari membierikan kebebasan ini adalah munculnya berbagai kerusakan. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka (al-Quran yang bisa menjadi) kebanggaan  mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. [Al-Mukminûn/23:71]

Oleh karena itu, Allâh Azza wa Jalla tidak menyerahkan urusan manusia kepada keinginan-keinginan dan kemauan-kemauan mereka. Namun, untuk kebaikan manusia, Allâh Azza wa Jalla telah menggariskan bagi mereka jalan untuk mereka pijaki dalam kehidupan mereka. Jalan yang digariskan itu adalah ajaran yang dibawa para rasul yang Allâh Azza wa Jalla utus dan ajaran dalam kitab-kitab suci-Nya yang Allâh Azza wa Jalla turunkan.

Jadi, semua syariat yang datang dari langit (syari’at samawiyah), jika diikuti dan diamalkan pada masanya pasti akan mewujudkan perbaikan selama ajaran-ajaran itu tidak dinaskh (dirubah), sampai akhirnya datang syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Syari’at yang Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bawa mengganti semua ajaran-ajaran syariat sebelumnya dan memuat semua yang bisa mewujudkan kemaslahatan umat manusia sampai hari Kiamat datang.

Tidak ada kebaikan yang hakiki dan perbaikan yang pasti kecuali hanya dengan mengikuti syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadikannya sebagai landasan hukum. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Wahai orang-orang beriman! Taatilah Allâh dan taatilah Rasul(-Nya) dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,  maka kembalikanlah ia kepada Allâh (al-Qur`an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allâh dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.  [An-Nisa:4/59]

Allâh Azza wa Jalla menyebutkan bahwa mengikuti ajaran syariat-Nya sebagai bentuk perbaikan sedangkan penentangan terhadap syariat-Nya disebut sebagai tindakan perusakan.  Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allâh) memperbaikinya  [Al-A’raf/7:56]

Barangsiapa ingin melakukan perbaikan di muka bumi, maka caranya adalah mengikut syariat Allâh Azza wa Jalla , sebaliknya adalah melanggar ketentuan syariat-Nya berarti melakukan pengerusakan.

Allâh Azza wa Jalla telah memperbaiki keadaan permukaan bumi dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci. Jika umat manusia mengikuti para rasul dan melaksanakan kandungan Kitabullah, maka bumi mereka akan menjadi baik. Namun jika mereka bersikap sebaliknya, berarti mereka telah melakukan kerusakan di muka bumi, meskipun mereka mengklaim sedang melakukan perbaikan, sebagaimana Allâh Azza wa Jalla berfirman tentang orang-orang munafik:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ﴿١١﴾ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab, “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. [Al-Baqarah/2:11-12].

Memperbaiki keadaan umat dengan mematuhi syariat Allâh Azza wa Jalla menjadi jaminan keselamatan dari kehancuran. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan [Hûd/11:117]

Cara perbaikan di muka bumi hanya akan terealisasi dengan menjadikan syariat Allâh Azza wa Jalla sebagai sumber hukum, mendirikan shalat, memberikan zakat, menegakkan hukum had, menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ ﴿٤٠﴾ الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Sesungguhnya Allâh pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allâh benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. .  (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. [Al-Hajj/22:40-41]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

لَحَدٌّ يُقَامُ فِي اْلأَرْضِ خَيْــرٌ لَهَا مِنْ أَنْ تُمْطِرَ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا

Satu hukum pidana yang ditegakkan di muka bumi lebih baik daripada hujan yang turun selama 40 pagi [HR. An-Nasa’i, no. 4904; Ibnu Mâjah, no. 2538. Lihat Shahîh al-Jâmi’, no. 3130]

Jumat, 15 September 2017

Menangani Kebiasaan Buruk Anak




Oleh : Ustadz Zaenal Abidin bin Syamsuddin. Lc , Ummu Ahmad Rifqi

MENANGANI KEBIASAAN BURUK ANAK

            Seorang ibu adalah pelatak dasar pendidikan harus mengetahui berbagai macam karakter  anak dan cara penyelesaianya. Anak kadang mempunyai kebiasaan buruk yang harus segera diluruskan karena kebiasaan buruk kalau dibiarkan akan menjadi tabiat atau karakter  yang sulit dirubah maka orang tua atau pendidik harus waspada dan jeli mencermati tingkah laku dan kebiasaan anak sehingga sikap yang janggal atau tidak wajar bias segera ditanganai dan diluruskan. 

Jumat, 08 September 2017

Keutamaan Kalimat Tauhid




KEUTAMAAN KALIMAT TAUHID

Khutbah Pertama:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  [آل عمران: 102].
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا  [النساء: 1].
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  [الأحزاب: 70، 71].
أَمَّا بَعْدُ ..:

Ma’asyiral muslimin,

Khotib wasiatkan kepada diri khotib pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah .

-،  وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS:Ath-Thalaaq | Ayat: 2-3).

Selasa, 29 Agustus 2017

Kenapa Harus Mengingat Mati

" Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan Hari Kiamat ( yaitu ) kedatangan kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah datang ?? " (Muhammad: 18 )


MENJEMPUT KEMATIAN

Oleh: Ustadz Zaenal Abidin bin Syamsuddin. Lc

Kenapa Harus Mengingat Mati 

Kematian, inilah yang kita selalu lari darinya. Ini juga yang sering kali kita lupakan, dan hanya orang berimanlah yang selalu teringat dengannya.

Banyak sekali keutamaan yang bias dipetik seorang hamba dari mengingat kematian, diantaranya membersihkan hati yang telah khusut, tumbuhnya kesadaran untuk kembali keakhirat, menghidupkan rohani yang sudah berkarat, menggugah semangat ibadah yang sedang melemah, menumbuhkan keimanan dan ketaatan yang telah mengendur, menguatkan tekad dalam berbuat dan membentuk pribadi tangguh dan qona’ah. 

Sementara yang terlena dalam kenikmatan dunia akan silau dengan gemerlapnya harta, dan menjadi budak syahwat sehingga hatinya lalai untuk mengingat kematian. Ketika kematian diingatkan, dia sangat membencinya dan ingin lari darinya, bahkan tidak ingin berpisah dengan dunia dan ingin hidup seribu tahun lagi.  

Selasa, 15 Agustus 2017

One Heart Rumah Tangga Satu Hati Satu Langkah

" Meraju Asa Meraih Mimpi di Bawah Bimbingan Syari'ah "



Oleh :
Ustadz Zaenal Abidin Syamsuddin, Lc. 

SEKAPUR SIRIH

Rumah tangga bahagia adalah angan-angan,  impin dan harapan semua insan. Angan-angan kadang menjadi impian, impian menjadi harapan, impian dan harapan bias menjadi kenyataan namun tidak jarang impian dan harapan hannya menjadi angan-angan yang melelahkan. Seluruh tenaga telah dikerahkan, seluruh teori telah dipelajari dan seluruh persyaratan telah dipenuhi untuk mewujudkan rumah tangga yang bahagia , ada yang berhasil akan tetapi tidak sedikit yang tidak mampu menghadapi badai rumah tangga yang datang silih berganti, bahkan tidak jarang badai yang nenghantam berhasil meluluh lantahkan mahlighai rumah tangga yang telah dibinanya, memporak-porandakan ikatan cinta yang telah dijalinnya dan menggoncangkan jiwa yang sedang dimadu kasih.
      

Kamis, 10 Agustus 2017

Tebar Hewan Qurban 1438H/2017M

Qurban-Qu Bersama Daar El Dzikr
  
Yuk bantu tebar qurban di daerah Perbatasan Sukoharjo - Wonogiri dan sekitarnya, ke daerah yang sulit merasakan qurban, semuanya termasuk daerah binaan Yayasan Daar El Dzikir



Kami membuka kesempatan kepada Koum Muslimin yang akan Berqurban ,

Pilih Hewan Qurban anda;

1. 2jt - 4jt Untuk Domba
2. 21jt / Ekor ( 1/7@ 3jt ) Untuk Sapi

Donasi dapat anda Salurkan dengan datang langsung ke Komplek YDI Daar El Dzikr atau melalui rekening :

BRI Bulu 
No. 6893 0101 0717 533
a.n Yayasan Dakwah Daar El Dzikir

BNI Syariah Solo
No. 03919 70153
a.n Yayasan Dakwah Daar El Dzikr

Komfirmasi sms/telp. ke :
0813-8443-1686

Dengan Format ;
Qurban-Qu#Nama Sahibul Qurban#Alamat#No.Hp#Bentuk Qurban#Bnak Tujuan#Tanggal Transfer#Besar Transfer


Acar Tebar Qurban Pada Tebar Hewan Qurban Bersama Yayasan Dakwah Islam Daar El Dzikr Pada Tahun 1437H / 2016M"
Dokumen Penyaluran 52 Ekor Kambing Ke Masjid-masjid Binaan dan Warga Daerah Sekitar Kompleks Yayasan Dakwah Islam Daar El Dzikr Bulu - Sukoharjo 1437H / 2017 M


Jumat, 28 Juli 2017

Jihad Nabi Di Bumi Palestina

JIHAD NABI DI BUMI PALESTINA



Oleh
Syaikh DR Abu Anas Muhammad Musa Alu Nashr

Palestina adalah bumi yang diberkahi, Allah telah menjadikanya sebagai tempat turunnya risalah-risalah (kenabian), tempat berhimpunnya kebudayaan, tempat hijrah para NabiNya. Di Palestina terdapat kiblat pertama dan tempat di isra’kannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di dalamnya pula Dajjal akan binasa melalui tangan Isa Al-Masih ‘Alaihis Salam, dan di Palestina juga Ya’juj dan Ma’juj dibinasakan. Serta di dalamnya pula, bebatuan dan pepohonan akan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah ! Ini ada Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia!”, maka Yahudi-pun akan binasa melalui tangan hamba-hamba Allah yang shalih di bumi Palestina.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengimami seluruh Nabi di Masjid Al-Aqsa, agar Imamah (kepemimpinan) dan siyadah (kekuasaan) untuk Islam pada Masjidil Aqsha tetap langgeng bagi seluruh makhluk. Selama perputaran sejarah, kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri saling bermusuhan untuk memperebutkannya, mereka saling membinasakan dan mengalahkan dalam rangka menguasainya dan mendudukinya. Dikarenakan Palestina adalah bumi Allah terpilih yang Allah memilihnya sebagai tempat hijrah bagi Kalil (kesayangan)-Nya Ibrahim ‘Alaihis Salam dan KalimNya (Kalim : Orang yang diajak bercakap) yaitu Musa ‘Alaihis Salam, sebagai tempat kelahiran Isa ‘Alaihis Salam dan tempat isra’nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di saat kemunculan Islam, Palestina saat itu dibawah kekuasaan imperium Romawi yang salibis paganis. Maka merupakan keharusan mensucikan Palestina dari najis-najis mereka. Nabi telah menulis surat kepada Raja Romawi dan mengutus kepadanya beberapa utusan.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengerahkan pasukan dalam jumlah besar, dan Palestina ketika itu termasuk salah satu bagian negeri Syam. Belum terjadi saat itu adanya perbatasan wilayah/area yang dibuat oleh perjanjian ‘Saikus Baiku’.